Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Faletehan melakukan visitasi dan presentasi untuk perubahan bentuk menjadi Universitas Faletehan pada Jumat (28/6). Ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan STIKes Faletehan menjadi universitas

Ketua Yayasan Faletehan Memet Farajnuri mengatakan, perubahan bentum STIKes Faletehan menjadi Universitas Faletehan ini sesuai dengan visi misi yayasan dan akan segera terwujud. Sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai adanya beberapa perguruan tinggi yang tidak sehat boleh bergabung dengan kampus lainnya bisa dengan akusisi ataupun merger. Untuk itu, yayasan melakukan akusisi dengan Sekolah Tinggi Inten Bandung.

“Alhamdulillah pada Februari dan Maret lalu, proses akusisi selesai. Untuk itu, STIKes Faletehan akan bergabung dengan ST Inten menjadi Universitas Faletehan. Proses visitasi ini bagian dari proses lanjutan untuk melihat kondisi dan bukti fisik di yayasan,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah visitasi nanti akan ada sidang pleno dari para asesor yang melakukan evaluasi lapangan. Apakah pengajuan yayasan disetujui atau tidak. Yayasan berharap, visitasi ini bisa disetujui karena keseriusan yayasan dalam menyiapkan berbagai sarana dan SDM dengan baik. “Mudah-mudahan diberikan hasil yang terbaik,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dengan berubah bentuk menjadi Universitas Faletehan, PT akan menyediakan beragam pilihan program studi bagi calon mahasiswa. Saat ini, sudah ada fakultas kesehatan dengan berbagai pilihan program studi. Sementara untuk ST Inten ada fakultas Teknik yang terdiri dari Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Artsitekur, dan Teknik Informatika. Kedepan akan ada penambahan teknik Industri.

“Yayasan juga tengah mengajukan fakultas ilmu pendidikan dan ekonomi sehingga lebih banyak fakultasnya,” katanya.

Ia berharap, hasil rapat pleno visitasi bisa secepatnya keluar sehingga bisa langsung buka pendaftaran untuk calon mahasiswa baru dengan program studi yang baru.

Ketua STIKes Faletehan Andiko Nugraha Kusuma mengatakan, perubahan status ini merupakan rencana yayasan untuk mengembangkan perguruan tinggi menjadi lebih besar. Dengan begini, yayasan menyediakan beragam program studi bagi masyarakat sehingga banyak pilihan. Kedepan bukan hanya ilmu kesehatan, tetapi juga ada ilmu lain yang bisa dipilih.

“Semoga hasil keputusannya bisa segera keluar,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *